Mahasiswa KKN UNS Sulap Limbah Kopi dan Batang Pisang Jadi Pupuk Ramah Lingkungan

Boyolali (25/07) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret Surakarta dalam mendukung program tujuan pembangunan berkelanjutan yang ke-12, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Menginisiasi pengolahan limbah kulit kopi dan batang pisang sebagai produk pupuk organik cair. Hal ini dilakukan karena di wilayah Boyolali, khususnya di daerah Cepogo baru memulai penanaman tanaman kopi. Usia tanaman kopi sendiri berkisar 3-4 bulan. Bibit tanaman kopi didistribusikan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cepogo.

Dalam persiapan masa panen yang membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun untuk masa panen tanaman kopi sendiri, kelompok KKN 24 Universitas Sebelas Maret mengajak masyarakat terutama kelompok tani Padukuhan Kupo untuk memanfaatkan limbah yang akan mereka kelola apabila kopi sudah siap panen. Pembuatan pupuk organik cair ini menggunakan bahan limbah kulit kopi, batang pisang, molase atau tetes tebu, dan air. Molase atau tetes tebu dapat diganti EM4, penggunaan EM4 sebagai starter fermentasi dapat mempercepat proses fermentasi pada pupuk organik cair. Perbandingan bahan adalah 5:5:1:10, yaitu 5 kilo untuk limbah kopi, 5 kilo batang pisang, 1 liter molase, dan 10 liter air. Setelah semua bahan dimasukan kedalam galon ataupun tabung tertutup, hingga diaduk hingga bahan tercampur merata.

Keberhasilan fermentasi dapat dilihat dari warna, bau, butiran gas, dan jamur. Apabila sekitar tutup galon atau tabung pupuk ditumbuhi jamur berwarna hitam, maka proses pembuatan pupuk cair dinyatakan gagal. Pada 14 hari pertama, setiap hari pemilik pupuk harus membuka tutup galon selama 1-2 menit untuk mengurangi gas hasil fermentasi. Pupuk organik cair dapat digunakan setelah 21 hari proses fermentasi. Penggunaan pupuk ini dapat dilakukan dengan mencampurkan 200 ml dan dicampur 10 liter air, dan digunakan sebagai media siram ke tanaman.

Program ini mendapat dukungan oleh kelompok tani Padukuhan Kupo karena dinilai memberikan solusi apabila masa panen kopi mereka dapat memanfaatkan sisa limbah kopi yang ada. Hal ini juga membuka peluang penghematan biaya produksi pertanian melalui pemanfaatan pupuk organik cair yang ramah lingkungan. Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh tim KSI FP UNS. Kegiatan pemberdayaan ini diharapkan dapat membantu warga dalam penanganan limbah dan tata cara pengolahan yang efektif agar bernilai fungsional.